Precious knowledge from iginite series "Greeting ahead by learning to unlearn and relearn" with Aleisha Fiona as Leadership Development Gojek, Founder & CEO of Relearn Indonesia

 

Diskusi mulai dari kutipan kesukaan kak Ale, yaitu “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn” by Alvin Toffler.

Kunci untuk bisa thriving di abad 21 ini bukan hanya kemampuan membaca atau menulis tetapi kemampuan untuk belajar melepas dan untuk mempelajari sesuatu tersebut kembali. Kak Ale mengenalkan bahwa kemampuan by the industry demand yang terjadi saat ini sangat cepat berubah dan pada akhirnya kemampuan teknikal maupun building skills itu diperlukan, kenapa kebutuhan industry selalu berbeda dan selalu berubah? Contohnya, setelah datangnya virus covid-19, technical skill akhirnya banyak yang berubah, ada kebutuhan untuk mengadopt technology skill maka dari itu flexibility adalah salah satu kunci utama untuk belajar unlearn, relearning something dan adaptibility. Terlebih lagi teknologi sudah menjadi suatu kebutuhan dalam kehidupan sehar-hari, kita harus bisa fleksibel/mengikuti dengan situasi/tren yang sedang terjadi karena perubahan terjadi kapanpun dan dimanapun termasuk di Gojek sendiri. Maka dari itu learning, unlearning dan relearning harus bisa kita terapkan. Yuk, coba kita bedah:

Learning > kita menyerap sebuah informasi yang baru sehingga terciptanya alur untuk menerima dan  mengaplikasikan sebuah pengetahuan.

Unlearning > proses validasi untuk membuat space dengan ilmu yang baru yang akan diterima, jadi kita lepas dahulu ilmu yang sudah diketahui sebelumnya agar bisa menerima informasi yang baru, mencari cara baru untuk mencapai goals dengan mempelajari hal yang baru ketika proses ini terjadi, dengan perubahan yang sering terjadi, proses unlearn bisa membuat beradaptasi dengan hal baru sehingga kita bisa bekerja lebih efektif dan maju. Contoh: Tahun 2015 Gojek meluncurkan aplikasi pertamanya dimana terdapat 4 produk yaitu: Gosend, Gomart, Goride, dan Gofood. Setelah itu ada kebutuhan lebih dari customer yang akhirnya mau untuk unlearn about customer needs sehingga tau apa yang perlu dikembangkan.

Relearn > Proses relearning harus terjadi setelah proses unlearn. Proses untuk mendapat skill/menelaah knowledge yang masih relevan pada jaman sekarang, mempelajari sesuatu kembali, memunculkan growth mindset seiring dengan waktu yang berjalan.

“Empty your cup so that it may be filled; become devoid to gain totality.” - Bruce Lee

Tujuan belajar kita itu apa? Apakah hanya mengikuti orang atau memang karena kamu yakin dengan proses tersebut bisa mengasilkan impact untuk masa depan yang lebih baik.



Pada akhirnya kita bisa mengadaptasi kemampuan untuk belajar dengan situasi yang berbeda-beda dan berubah/ubah. Ingatlah bahwa kita belajar karena kebutuhan, kita harus mengerti kenapa kita mempelajari itu, harus ada tujuan yang dicapai, percaya bahwa belajar itu tidak terpaku dengan usia, prioritaskan apa yang ingin kita kembangkan, membuat to do list apa yang harus diselesaikan setiap harinya. Fokus dalam menjalani apa yang sudah dimulai, mencatat/merekam apa yang sudah kita pelajari agar bisa merepeat pengetahuan yang sudah didapat. Skala priritas based on apa yang harus dan kamu butuhkan untuk ditelaah kembali, apa yang harus dilakukan untuk mengosongkan gelas yang sebelumnya sudah terisi? Pertama, believe that u dont know everything, mungkin saja ilmu yang sudah didapatkan tersebut sudah tidak relevan maka disitulah ego kita harus diturunkan untuk mau dengan humble bisa berproses kembali.

Kesimpulannya adalah jangan pernah berhenti belajar karena informasi dan pengetahuan saat ini berjalan sangat cepat. Dengan terus belajar kita bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan untuk diri sendiri dan tempat dimana kita bekerja agar bisa tetap berkembang dan maju.

Purpose, process dan progress!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pengembangan Sistem RAD (Rapid Application Development)