Precious knowledge from iginite series "What to prepare to be a Change Maker " with Kevin Aluwi as Co-Founder & CEO, Gojek

 

Halo..

Kita semua tau kan kalau Gojek itu awalnya hadir sebagai solusi dari masalah mobilitas yang terjadi di Indonesia? Sampai akhirnya bisa menjadi start-up dengan kategori unicorn, COOL! Yuk kita simak sedikit cerita lika-liku yang dihadapi dan tips untuk kita sebagai generasi di masa depan agar bisa juga membawa perubahan yang baik, dari salah satu change maker Gojek yaitu Kevin Aluwi as Co-Founder & CEO, Gojek.

Dimulai dari tantangan besar dalam membangun Gojek di awal yang sulit mencari investor dikarenakan Gojek adalah perusahaan berbasis tukang ojek yang mereka bilang payung hukumnya belum jelas, banyak stigma negative terhadap ojek pangkalan sehingga tidak banyak yang percaya, berlanjut dengan sulitnya mencari orang bertalenta yang rela mau pindah ke Gojek. Dari sisi internal kendala muncul pada saat Gojek mulai berkembang, sering terjadi driver Gojek bentrok fisik dengan ojek pangkalan. Dalam hal development aplikasi juga pernah kesulitan karena Kevin Aluwi dan Nadiem Makarim bukanlah orang teknis sehingga diserahkan ke pihak outsource, dari situlah Gojek gencar mencari orang yang bisa membantu terbangunnya infrastruktur yang bagus dan Gojek memutuskan untuk mencari talenta dari luar negeri.

Kak Kevin bilang, orang dengan ide bisnis yang bagus itu sudah sangat banyak, saat ini yang paling dibutuhkan adalah orang yang secara teknis bisa menciptakan produk inovatif dan create tim yang solid.

Dilanjut dengan pencapaian Gojek secara keseluruhan yang paling membuat Kak Kevin bangga adalah hampir di seluruh kota Indonesia Gojek sudah menjadi kebutuhan, sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat seolah-olah yaa it’s being normal.

Terus, kenapa kok Gojek bisa menjadi salah satu perusahaan Teknologi terbesar?

Karena Kak Kevin tipe orang yang tidak suka terpaku dalam satu keberhasilan, tidak cepat puas dan cenderung fokus solving masalah lain agar bisa mencapai tujuan berikutnya.

Pandangan Kak Kevin apa nihh untuk talenta tech saat ini yang ada di Indonesia?

Begini..  talentanya sudah banyak yang bagus, perkembangannya sudah sangat cepat dan prospek karir yang diminati adalah kerja di start-up, sangat banyak juga lowongan yang tersedia karena industri tersebut dapat membantu pendapatan yang lebih tinggi dan bisa membangun impact yang baik. Namun tantangannya bagaimana kita bisa transisi ke level leadership, belum banyak yang terlihat. Skillset yang perlu diasah anatar lain adalah interaksi efektif dengan rekan bisnis, sinkronisasi tech dengan suatu produk dan soft skill lainnya. Role model/panutan itu penting karena kita bisa mengikuti jejaknya dengan memiliki habit yang baik. Intinya kegigihan itu penting karena hal yang akan kita jalankan tidak gampang dan banyak yang skeptis akan keputusan yang diambil.

Tips agar bisa konsisten dalam menjalankan sesuatu:

> Cari dan hadapi masalah yang kita rasakan, yang berarti untuk kehidupan diri sendiri. Jika kita tidak terlibat emosional dengan masalah tersebut akan terasa sulit untuk bisa berkontribusi.

> Bisa memetakan langkah-langkah yang akan dilakukan, harus bisa fokus dandisiplin. Jangan berpikir terlalu jauh, pecahkan masalah kecil dahulu, ingat 1℅ improvement everyday better than nothing.

> Mereview apa yang sudah dilakukan setiap harinya dan membuat planning untuk hari berikutnya.

Kita boleh mempunyai ambisi tetapi tujuan harus realistis, dulu Gojek pun mulai beroperasi dari Jakarta Selatan lanjut Jakarta Pusat sampai akhirnya saat ini sudah tersedia di luar negeri, COOL!

Change maker di mata Kak Kevin:

> Berapa kehidupan yang disentuh/berubah? Tidak harus sentimental, orang yang berkontribusi dalam suatu perubahan, perubahan yang berskala besar adalah banyak orang yang bertasipasi/mau merubah secara sukarela hidup mereka

Pada 2015-2016 Gojek sering mengalami dimana beberapa hari lagi Gojek akan bangkrut karena banyak pegawai yang harus digaji sedangkan uang tidak ada, ditambah kompetitor seperti Grab dan Uber sedang gencar promo menggunakan banyak uang. Mau tidak mau Gojek cari cara how to survive.

Sesuai dengan slogan Gojek “Pasti Ada Jalan” ya karena selama ini banyak banget tantangan berat yang Gojek tapi bisa kita lihat sekarang kalau Gojek mampu jadi salah satu start-up raksasa di Asia Tenggara, COOL!

Segitu aja ya guys, semoga yang baca bisa terinspirasi, makin semangat dan disiplin dalam mempertahankan hal baik-baik untuk menjadi change maker.. ingaaat PASTI ADA JALAN!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pengembangan Sistem RAD (Rapid Application Development)

Precious knowledge from iginite series "Greeting ahead by learning to unlearn and relearn" with Aleisha Fiona as Leadership Development Gojek, Founder & CEO of Relearn Indonesia